Senin, Januari 12, 2009

my regret..

hari ini temen2 angkatan 2005 yang udah ngambil TA pada seminar.
kalo dilihat jadwal sebenernya, aku termasuk di dalamnya. tapi hari ini aku malah duduk di jajaran temen2 2005 yang belum ambil TA, tanpa seragam sales yang jadi hal wajib kalo lagi seminar TA, dan tanpa persiapan apapun. ya iyalah secara aku udah mutusin untuk gak ikut seminar semester ini.
ada rasa sedih bergelayut dalam diriku.
aku gak bisa merasakan ketegangan yang dirasakan temen2ku yang lagi duduk di depan itu.
aku gak bisa dengan bangga memakai seragam sales kebanggaan jurusan, yaitu bawahan hitam dan atasan putih.
dan otomatis aku juga gak bisa lulus semester ini. hiks..

apalagi tadi malam temen SMAku tanya kapan sidang?
apalagi tadi sebelum masuk ruangan, temen seperjuanganku saat proposal bilang (mungkin ngece) lho, kok nisa gak pake baju putih item kayak kita?
apalagi beberapa hari yang lalu, dosen pembimbingku nyamperin aku dan dengan raut muka yang kecewa menerima keputusanku untuk mundur.
apalagi akhir-akhir ini temen2ku pada tanya kapan jadwalku seminar, dan begitu mereka tahu aku mundur, mereka pada menyesali keputusanku.

sedih.

but, it's final. i have decided it. and i believe that Allah has the most beautiful plan for my life.
Ganbate!!

gak penting

Sebagai seorang pengendara motor yang sudah melang-lang buana di dunia persepedamotoran alias udah ngendarain motor selama kurang lebih 4 tahun, aku sering mengamati orang yang naik sepeda motor. Baik yang duduk di belakang atau yang berperan sebagai supir.
Ada yang naik motor tuh gak pake baju2 pelengkap kayak jaket, sarung tangan, slayer, dan segala macemnya. Aku mikir tuh orang nyante banget ya? Apa gak kedinginan ya? Kayaknya perjalanan di jalan raya tuh sama aja kayak jalan di komplek rumah yang aman tentram dan damai gak ada debu ato kendaraan yang lebih gede badannya ketimbang sepeda motor. Biasanya se para kaum cowok yang dandan pake kaos oblong, celana pendek ama sandal jepit. Nyante banget ya?!

Ada lagi yang penuh dengan barang pelengkap. Mulai dari jaket, sarung tangan, slayer, kaca mata,earphone buat denger radio ampe syal penutup leher. Hehe kayaknya itu emang orangnya lagi sakit ya?! Nah tau sendiri kan biasanya yang suka ribet kayak gini siapa lagi kalo gak kaum cewek. Tapi bagi aku yang juga cewek juga gak seribet itu. Paling pake jaket, sarung tangan, kacamata item, sepatu boots. Haha sama aja ya?! Gak kok bagi diriku yang sedikit agak tomboy, cukup baju yang sopan untuk berkendara motor. Jarang pake jaket, walaupun ortu ma temen2 sering bilang “pake jaket Nis!” Jarang pake sarung tangan, ampe tangan jadi kayak kucing belang 2 yaitu item dan putih. Juga jarang pake kacamata item untuk menghalangi debu yang masuk ke mata ato biar gak silau kena matahari. Ya dulu sih pernah tapi untuk selanjutnya terserah anda, alias males.

Style orang berkendara juga macem2. Ada yang kalo naek motor tuh kayak jagoan yang suka kebut-kebutan. Ada yang jalan kayak putri keraton baru belajar naek motor, jadi pelan banget. Ada juga yang standar, ngebut di saat lengang dan nyante di saat macet. Yeah, that’s me.
Nah ada lagi, gaya orang naek motor tuh kayak orang yang badannya gede banget sampe kedua lengan di buka selebar-lebarnya biar kelihatan keren dan kuat. Ato jangan2 orang itu lagi ngeringin keteknya yang basah gara2 keringetan?haha.

Kebalikan dari orang yang lagi ngeringin keteknya, aku pernah juga liat orang yang kalo naek motor tuh tangannya dikempit. Kayak gak ada kebebasan didirinya untuk berekspresi saat mengandarai motornya. Ato jangan2 dia takut bulu keteknya pada terbang kalo dia dengan bebas berkekspresi?Haha.

Dulu waktu masih dibonceng dan lagi gencar2nya sempoa, aku yang lagi belajar ngitung dengan alat sempoa dalam bayangan pikiranku, pasti ngitungin jumlah dari plat nomor mobil yang ada di sekitarku. Gak penting banget sih, tapi lumayan kan berlatih kecepatan otak. Ya walaupun sebenernya ngelihat pemandangan jalan raya lebih menyenangkan daripada ngitung.
Sekarang ketika aku udah lupa gimana cara ngitung pake sempoa bayangan, aku lebih suka merhatiin pengendara motor yang gayanya aneh2. Tapi dengan gitu aku sadar kalo manusia itu punya banyak style berbeda, dan semuanya gak ada yang sama. Ya walaupun sempat ketika aku pertama kali pake tas laptop baruku ternyata ada juga orang yang pake tas sama denganku, dan aku langsung menyalipnya biar dia tau kalo tasnya mirip aku. Sekali lagi gak penting juga sih..haha.

Jumat, Januari 09, 2009

karena Allah

Lenyap semangatku.
Hilang asaku.
Musnah impianku.
Meski bayangannya masih
Tergambar dengan jelas.
Aku tak bisa meraihnya.
Aku hanya bisa bermimpi.
Bermimpi itu indah.
Indah, sungguh indah.
Bahkan kenyataan tak lagi nampak.
Seiring semangat, asa, dan impianku yang terbang.
Aku ingin diriku yang dulu.
Dengan segudang semangat, asa, dan impianku.
Berlimpah ruah.
Apa yang bisa membuatku kembali?
Hidup seorang dewasa,
Membuatku terhenti.
Menyadari begitu banyaknya pilihan.
Menyadari begitu sempitnya waktu..
Hingga aku terjebak.
Pilihan yang mungkin salah.
Waktu yang mungkin tak tepat.
Kalau bukan karena Allah.
Yang bisa membuat semua menjadi yang terbaik.
Walaupun sakit, kecewa, sedih.
Hidupku menjadi berarti karenaNya.

Senin, Januari 05, 2009

Yang Terpilih (4 Januari 2009 ; 3:33 pm)

Sempat aku ingin kembali.
Merajut asa yang sempat terputus.
Tapi ego masih menguasai.
Menghilangkan mozaik asa yang telah hangus.
Dan kini,
Karena kondisi,
Semua itu ilusi,
Untuk menjadikan semuanya kembali berisi.
Penuh,
Hidup,
Dan bersatu.
Entah apa aku bisa meraih,
Tanpa tertatih,
Untuk beralih,
Dan berdalih,
Seseorang di sana untukku yang terpilih.

TRAGEDI CICAK GIANT

Tepat hari terakhir di tahun 2008, ada hal yang bisa buat aku shock berat sampe aku meninggalkan kasur tidurku. Dan itu berhubungan dengan seekor binatang yang sebenernya biasa aja, Cuma karena suatu hal aku bisa berteriak histeris dibuatnya.
Ketika aku pulang dari menjemput mami, kondisi rumah sepi seperti saat terakhir kali ku tinggalkan tadi pagi. Ku buka pintu rumah, terasa agak berbeda dari biasanya. Agak sejuk. Mungkin karena suasana di luar mendung, jadi suasana di dalam rumah juga ikutan sejuk. Saat melangkah masuk, aku bilang sama mami, “kok tumben ya sejuk?”
Dengan nada histeris, mami langsung menjawab, “iya ya! Sejuk!”
Tanpa basa-basi lagi aku ngeloyor masuk ke dalam dan melihat kondisi kamarku yang dalam keadaan gelap. Tapi meskipun gelap, aku masih bisa melihat semuanya dengan jelas. Dan begitu ku injak satu langkah kaki ke dalam kamar, spontan aku keluar dan berteriak “ya Allah, tokek gede banget!! Mami, ada tokek! Itu sekarang ada di belakang computer! Haduh, gak bakal tidur di kamar deh! Itu pasti masuk dari lobang ventilasi atas!” sambil merinding karena jijik.
Mami yang kaget karena anak semata wayangnya berlagak seperti ulat bulu lagi jalan, lagsung melihat si tokek dengan rasa was-was. Tapi sayangnya mami gak bisa ngelihat si tokek tadi yang dengan secepat kilat menghilangkan jejaknya ketika aku berteriak.
“Mana? Gak ada tuh! Salah liat kali!” mami berseru karena gak menemukan bukti yang valid.
“haduh beneran Mi !! tadi aku lihat tokek gede banget! Masa sih aku salah lihat??!” dengan keyakinan sepenuh jiwa dan raga, aku mencoba untuk membuat mami percaya sama anaknya ini. “pokoknya aku gak tidur di kamar! Kan sekalian lihat Harry Potter acara malam tahun baru. Hehe”
“ya udah, nanti mami temenin deh..” mami emang baik banget.
Sejak aku lihat makhluk tak diundang itu ada di kamar, tiap aku ambil barang-barangku, selalu aku melihat dengan seksama seluruh ruang kamarku. Siapa tahu si tokek stress itu lagi nangkring di bagian kamarku yang lain. Ato tiba-tiba lagi ada tepat di atasku. Pokoknya setelah aku dapet barang yang mau aku ambil, dengan secepat kilat menyambar daun talas, aku lari dari kamar.
Semalaman tidur di depan tipi rasanya pegel juga, apalagi gak pake kasur. Akhirnya setelah 24 jam dari peristiwa ditemukannya sosok tokek stress, aku kembali normal untuk bisa menerima kenyataan kalo tuh tokek emang gak ada. Ya walaupun aku yakin 100% dengan kondisi penglihatanku yang masih normal, kalo aku bener-bener lihat tokek di kamarku. Tapi heran juga sih, ama tokek stress itu. Yang namanya tokek kan pasti berbunyi meskipun hanya 1 kali seumur hidupnya. Tapi ni tokek nggak berbunyi sama sekali. Masa iya dia tokek bisu atau malu-malu kucing untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan cewek manis kayak aku? Haha. Atau jangan-jangan dia hanya makhluk jadi-jadian yang mau mengawasiku dan akhirnya memangsaku? Berlebihan gak sih? Mungkin otakku udah keracunan sinetron indosiar kali ya? Haha.
Sehari berikutnya ketika aku asyik dengan tugas-tugasku. Gak tau kenapa fillingku menuntun mataku untuk menengok sebentar ke arah lobang ventilasi kamarku. Deg. Kayaknya kenal sama sosok yang ada si luar sana yang sedang mengawasiku dengan salah satu matanya. Dan dengan jelas aku melihat seonggok kepala tokek di situ. Gak pake teriak kayak kejadian kemarin, aku langsung menemui dan meminta ayahku untuk melihat sosok tadi dari luar dengan jelas, biar aku gak salah lihat lagi.
Itu bener-bener makhluk tak diundang kemaren. Tapi itu bukan tokek seperti yang ku kira. Itu cicak yang gedenya sama kayak tokek. Ya bisa dibilang cicak yang mengalami gigantisme, alias cicak giant! Gak percaya? Sama! But, it’s real!
“Tuh kan bener! Aku gak salah liat kemaren! Gak ada yang percaya sih.” Spontan aku mengungkapkan isi hatiku kepada ayah dan mamiku.
Karena bener-bener ngelihat cicak gede bakal masuk kamarku, ayah langsung mengusirnya dan semenit kemudian menutup semua lobang ventilasi kamarku dengan karton kalender calon anggota legislative yang lagi promosiin dirinya. Sorry, Pak!
Yah, jadinya sekarang kamarku pengap. Dan aku masih belum berani untuk membuka jendela kamarku untuk sementara sampai batas waktu yang tak ditentukan. Haha. Untung masih ada kipas angin.
Tapi aku sempat mikir, apa iya dia jelmaan seseorang yang saat ini aku gak lagi berhubungan ama dia. Karena udah 2 hari dari kejadian tereakan histerisku itu dia gak menghubungiku. Tapi jahat banget menyamakan dirinya dengan seekor cicak giant. Sorry buat seseorang disana, itu hanya imajinasi yang ada di kepalaku. Sekali lagi sorry, peace..